Analisis Hubungan Antara Asupan Protein dengan Kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Lapai

Penulis

  • Alfian Fajri R Student of the Medical Education Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Hermiaty Nasruddin Department of Public Health Sciences, Faculty of Medicine, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Sigit Dwi Pramono Department of Biochemistry, Faculty of Medicine, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Muh. Alfian Jafar Department of Pediatrics, Faculty of Medicine, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia
  • Sidrah Darma Department of Pediatrics, Faculty of Medicine, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33096/gmj.v6i2.161

Kata Kunci:

Stunting, protein intake, toddler

Abstrak

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), prevalensi global stunting di antara anak-anak di bawah usia lima tahun telah mencapai 154,8 juta. Indonesia, khususnya, memegang tingkat stunting tertinggi ketiga di Asia Tenggara, berdiri di 36,4%. Menurut SSGI 2021, Sulawesi Tenggara menempati peringkat kelima di antara wilayah Indonesia dengan angka stunting tertinggi, mencapai 30,2%, sedangkan Kabupaten Kolaka Utara memiliki angka stunting 29,1%. Stunting adalah perawakan pendek yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan usia berat badan, di bawah usia tinggi badan, dan usia kronologis. Penyebab stunting cukup bervariasi, salah satunya konsumsi makanan protein yang tidak memadai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asupan protein dengan kejadian stunting pada balita.

Referensi

Akbar H, Mauliadi Ramli. Faktor Sosial Ekonomi dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-59 Bulan di Kota Kotamobagu. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI). 2022;5(2):200–4.

Rah JH, Melse-Boonstra A, Agustina R, van Zutphen KG, Kraemer K. The Triple Burden of Malnutrition Among Adolescents in Indonesia. Vol. 42, Food and Nutrition Bulletin. SAGE Publications Inc.; 2021. p. S4–8.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Saku Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tingkat Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota 2021. Humas Litbangkes; 2021.

Asra Laily L, Indarjo S. Literature Review: Dampak Stunting terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. Higeia Journal of Public Health Research and Development [Internet]. 2023;3. Available from: http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeiahttps://doi.org/10.15294/higeia/v7i3/63544

Sari RK, Yugiana E, Noviani A. Profil Statistik Kesehatan 2021. Jakarta; 2021.

Tria Abimayu A, Rahmawati D. Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunted, Underweight, dan Wasted Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Rangkapan Jaya, Kota Depok, Jawa Barat Tahun 2022. Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan. 2023;3.

Hamal DK, Nursyarofah N, Qualifa A. Jenis Kelamin Dan Panjang Badan Lahir Sebagai Faktor Kejadian Stunting Di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2018 (Analisis Data Riskesdas 2018). ARKESMAS (Arsip Kesehatan Masyarakat). 2021;6(2):1–7.

Liza Munira S. Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. 2023.

Robawati AF, Yulianti AB, Listya H, Prodi P, Kedokteran F, Kedokteran I, et al. Pola Pertumbuhan Balita Usia 0-5 di Puskesmas Garawangi Kabupaten Kuningan Tahun 2018-2021. Med Sci [Internet]. 2022;2:1026–31. Available from: https://doi.org/10.29313/bcsms.v2i1.2003

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia [Internet]. 2019 [cited 2022 Jul 5]. Available from: http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf

Sari HP, Natalia I, Sulistyaning AR, Farida F. Hubungan Keragaman Asupan Protein Hewani, Pola Asuh Makan, Dan Higiene Sanitasi Rumah Dengan Kejadian Stunting. Journal of Nutrition College. 2022;11(1):18–25.

Kemenkes RI. Hari Gizi Nasional Protein Hewani Cegah Stunting. 2023;1–32.

Endrinikapoulos A, Afifah DN, Mexitalia M, Andoyo R, Hatimah I, Nuryanto N. Study of the importance of protein needs for catch-up growth in Indonesian stunted children: a narrative review. Vol. 11, SAGE Open Medicine. SAGE Publications Ltd; 2023.

Maulidiana AR, Sutjiati E. Low intake of essential amino acids and other risk factors of stunting among under-five children in Malang City, East Java, Indonesia. J Public Health Res. 2021;10(2):220–6.

Nurbaiti L, Irawati D, Wirabuanayuda G, Warnaini C, Faradina Zubaidi F. Profil Konsumsi Asam Amino Essensial Balita Stunting dan Tidak Stunting Di Kabupaten Lombok Utara. Prosiding SAINTEK LPPM Universitas Mataram. 2023;5:92–6.

Hary Cahyati W, Yuniastuti A, Santirani. Disparity of Risk Factors Stunting on Toddlers in the Coast and the Mountain Areas of Sinjai, South Sulawesi. Public Health Perspectives Journal [Internet]. 2019;4(3):196–205. Available from: http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/phpj

Aisyah I YA. Hubungan Asupan Energi Dan Asupan Protein Dengan Kejadian Stunting Pada Balita (24-59 Bulan) Di Kelurahan Karanganyar Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Jurnal Kesehatan komunitas Indonesia [Internet]. 2021;17(1):240–6. Available from: https://jurnal.unsil.ac.id/index.php/jkki/article/view/3603/1855

Diterbitkan

2024-08-28

Terbitan

Bagian

Original Article