Hubungan Antara Perokok Pasif Pada Kehamilan Dengan Bayi Berat Lahir Rendah di RSUD H. Padjonga Dg. Ngalle Takalar Tahun 2019
DOI:
https://doi.org/10.33096/gmj.v5i3.152Kata Kunci:
Passive smoking, pregancy, low birth weightAbstrak
Pendahuluan: Berat lahir rendah (BBLR) adalah berat bayi saat lahir kurang dari 2.500 gram. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi penentu BBLR. Salah satu faktor multifaktorial adalah paparan pre-natal terhadap asap tembakau dari pasangan atau lingkungan pada ibu hamil (perokok pasif) yang memberikan dampak negatif bagi ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perokok pasif selama kehamilan dan BBLR di RSUD H. PadjonganDg. Ngalle Takalar pada tahun 2019.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian korelasional deskriptif dengan desain pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang melahirkan bayi di ruang bersalin RSUD H. PadjonganDg. Ngalle Takalar dengan total 139 ibu yang melahirkan dari bulan Januari hingga Desember 2019. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan metode accidental sampling, dengan total sampel 60 orang dan hasil diolah menggunakan SPSS dengan uji Chi square.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan lingkungan ibu hamil yang paling sering terpapar asap rokok dengan BBLR (<0,05), Paparan asap rokok di rumah dengan BBLR (<0,05), Paparan asap rokok di lingkungan luar rumah dengan BBLR (<0,05), Ibu hamil yang terpapar asap rokok dalam satu minggu dengan BBLR (<0,05), Frekuensi waktu ibu hamil terpapar asap rokok dalam satu hari dengan BBLR (<0,05).
Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara perokok pasif selama kehamilan dan berat lahir rendah (BBLR).
Referensi
World Health Organization. (2018). Care of the Preterm and Low Birth Weight Newborn in https:/www.who.int/maternal_child_adolescent/newborns/prematurity/en/
World Health Organization. (2014). Care of the Preterm and Low Birth Weight Newborn in https:/www.who.int/maternal_child_adolescent/newborns/prematurity/en/
Makassar City Health Office. 2017 "Makassar City Health Profile", Jakarta : Ministry of the Republic of Indonesia
Ohlsson, A., & Shah, P. 2008. Determinants and Prevention of Low Birth Weight: A Synopsis of The Evidence. (Institute of Health Economics, 2008).
TCSC-IAKMI.2010. Interesting Facts about Tobacco Problems in Indonesia 2009. Tobacco Control Support Center (TCSC)-Indonesian Association of Public Health Experts (IAKMI). Jakarta : TCSC-IAKMI; 2010.
World Health Organization (WHO). (2020, May 29). Fact sheet: Smoking. https://www.who.int/publications-detail-redirect/9789241506076
Adriana H, Kuo HW. Adverse effects of parental smoking during pregnancy in urban and rural areas. BMC Pregnancy Childbirth. 2014;14(1):1-15.
Drope, J, Neil, W 2018, The Tobacco Atlas, 6th edition, The American Corner Society, Atlanta.
Alexander, J., Peters, J. L., & Cooper, B. A. (2008). Maternal pre-pregnancy smoking, carbon monoxide and low birth weight: A meta-analysis. Paediatric and Perinatal Epidemiology, 22(1), 44-56.
Slama, K., Ghali, T., & Petit, R. (2005). Carbon monoxide and low birth weight: A meta-analysis. Environmental Health Perspectives, 113(3), 375-380.
Zulardi R. The relationship between a smoking environment and pregnant women exposed to cigarette smoke on the incidence of low birth weight babies in Surakarta. Surakarta: Faculty of Medicine, University of Surakarta; 2014.
Amiruddin, Ridwan. Nutritional Status of Pregnant Women, Cigarettes and Their Effects. Makassar: Hassanudin University; 2017.
Husaini, Aiman.Smoking Repentance.Bandung: Mizan Medika Utama; 2017.
Walker, Cheng (2015). The effect of nicotine for 1-2 weeks on the number of primary spermatosis cells, spermatids in mice.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2023, October 4). Smoking and Tobacco Use - Health Effects of Smoking and Secondhand Smoke on Babies.https://www.cdc.gov/tobacco/campaign/tips/diseases/pregnancy.html






